Beberapa E-commerce Raksassa Yang Bangkrut

Beberapa E-commerce Raksassa Yang Bangkrut

Beberapa e-commerce besar telah mengalami kesulitan keuangan atau bahkan bangkrut seiring dengan perubahan pasar dan persaingan yang ketat di industri ini. Beberapa contoh e-commerce raksasa yang telah mengalami masalah keuangan atau bangkrut termasuk:

  1. Toys “R” Us: Toys “R” Us, sebuah peritel mainan dan perlengkapan anak-anak, mengumumkan bangkrut pada tahun 2017. Hal ini disebabkan oleh penurunan penjualan di toko-toko fisik dan persaingan dari e-commerce seperti Amazon.
  2. Quirky: Quirky adalah platform crowdsourcing untuk produk-produk inovatif. Meskipun awalnya sukses, Quirky mengalami kesulitan keuangan dan akhirnya mengajukan bangkrut pada tahun 2015.
  3. Fab: Fab.com awalnya dikenal sebagai toko online yang menyediakan produk-produk desain interior dan gaya hidup. Namun, perusahaan ini mengalami masalah keuangan dan restrukturisasi bisnis yang akhirnya berujung pada penutupan pada tahun 2015.
  4. Circuit City: Meskipun Circuit City bukanlah e-commerce murni, perusahaan ini adalah salah satu peritel elektronik terbesar di Amerika Serikat. Namun, pada tahun 2008, Circuit City mengajukan kebangkrutan akibat persaingan dari toko-toko elektronik online seperti Amazon dan Best Buy.
  5. Groupon: Meskipun Groupon awalnya sukses dengan model bisnisnya yang menawarkan diskon besar-besaran, perusahaan ini mengalami tekanan keuangan dan terus menghadapi penurunan pendapatan. Groupon terus berjuang untuk kembali ke jalur yang menguntungkan.
  6. Snapdeal: Snapdeal adalah salah satu e-commerce terbesar di India. Namun, persaingan yang ketat dengan perusahaan-perusahaan seperti Flipkart dan Amazon India telah menyebabkan Snapdeal mengalami pixibu kesulitan keuangan dan terpaksa melakukan pemangkasan staf dan restrukturisasi bisnis.

Ini hanya beberapa contoh dari e-commerce raksasa yang telah mengalami kesulitan keuangan atau bangkrut. Industri e-commerce sangat dinamis, dan perubahan pasar serta persaingan yang ketat dapat menyebabkan kesulitan bagi perusahaan-perusahaan dalam industri ini.