Partai Nazi: Berdirinya, Kepemimpinan Adolf Hitler, dan Pembubaran

Partai Nazi

Partai Nazi adalah sebuah partai politik yang dulu michaellanning didirikan di Jerman pada kurang lebih 1920-an.

Memiliki nama lengkap Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman, partai ini mengalami perkembangan pesat sejak Adolf Hitler bergabung dan diangkat jadi ketua partai.

Di bawah kepemimpinan Hitler, Partai Nazi menjadi kemampuan politik utama di Jerman yang memerintah pada 1933 hingga 1945 secara totaliter.

Pada waktu itu, Hitler termasuk diangkat oleh Presiden Paul von Hindenburg sebagai Kanselir Jerman.

Partai Nazi kemudian mendeklarasikan Jerman sebagai negara satu partai bersama dengan Hitler sebagai pemimpin tertingginya.

Berdirinya Partai Buruh Jerman

Setelah Perang Dunia I berakhir, Jerman sebagai pihak yang kalah di dalam pertempuran mengalami gejolak politik yang hebat.

Situasi selanjutnya kemudian melahirkan frustasi di kalangan masyarakatnya, yang kemudian makin menguatnya stimulus nasionalisme-rasis di seluruh Jerman.

Kelompok-kelompok nasionalisme-rasis, yang sebenarnya nampak di Jerman sejak akhir abad ke-19, itu menyalahkan orang Yahudi atas kekalahan Jerman.

Mereka pun menentang Republik Weimar, sebuah pemerintahan demokratis yang baru di Jerman, dan Perjanjian Versailles.

Baca juga:

Perkembangan Sejarah Pendidikan di Indonesia

8 September 1636: Didirikannya Universitas Harvard, Perguruan Tinggi Tertua di AS

Pada 5 Januari 1919, Anton Dexler, seorang nasionalis Jerman, mendirikan Partai Buruh Jerman.

Dexter adalah seorang yang memiliki pandangan antisemit, anti-monarkis dan anti-Marxis, dan juga yakin pada superioritas bangsa Jerman, yang mereka klaim sebagai anggota dari ras Arya.

Hitler kemudian bergabung bersama dengan Partai Buruh Jerman pada September 1919 dan jadi pemimpin propaganda.

Diubah jadi Partai Nazi

Bersama Hitler, Partai Buruh Jerman perkembangan pesat dan anggotanya jadi tambah banyak.

Dalam tiap-tiap pidatonya, Hitler selalu mencela Perjanjian Versailles dan mengeluarkan kalimat antisemitisme, menyalahkan Yahudi atas masalah-masalah Jerman.

Hitler bersama dengan cemerlang menggunakan kekacauan di masa-masa awal Republik Weimar, manfaat menciptakan suatu gerakan yang pada selanjutnya jadi kemampuan politik utama di Jerman.

Pada 1920, nama Partai Buruh Jerman diubah oleh Hitler jadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman, yang disingkat jadi Partai Nazi.

Memasuki tahun 1921, Hitler terlalu mahir di dalam lakukan propaganda dan namanya pun makin kondang di luar partainya.

Pada Juli 1921, Hitler formal dinobatkan sebagai ketua partai. Partai Nazi adalah gerakan radikal sayap kanan yang berpusat di Munich dan berideologi rasis, nasionalis, anti-demokrasi, antisemit, dan juga anti-Marxis.

Kudeta Beer Hall

Pada 1921, Jerman ditagih oleh para pemenang Perang Dunia I untuk membayar kerusakan yang disebabkan oleh perang.

Hal ini sebabkan terjadinya inflasi dan angkatan bersenjata Prancis merasa menduduki sebuah kawasan industri di Ruhr sebab Jerman tidak mampu membayar.

Nazi yang dikomandoi Hitler merasakan bahwa waktu itulah waktu yang pas untuk menyerang.

Mereka merencanakan untuk menculik para pemimpin pemerintahan Bavaria dan memaksa mereka mengangkat Hitler sebagai pemimpin yang baru.

Dengan pertolongan Jenderal Erich Ludendorff, Nazi akan memproklamasikan pemberontakan secara menyeluruh dan menjatuhkan pemerintahan demokratis Jerman di Berlin.

Rencana ini akan dijalankan waktu penyelenggaraan pertemuan besar para pelaku bisnis di Munich Beer Hall.

Pada 8 November 1923, Hitler bersama dengan puluhan ribu pengikutnya mengepung Beer Hall dan lakukan kudeta.

Akan tetapi, harapannya untuk jadi pemimpin baru Jerman pupus sebab tentara Jerman melawan pasukan Nazi.

Sebagai buntut dari insiden tersebut, Hitler dijatuhi hukuman lima tahun penjara sebab bersalah atas pemberontakan.

Setelah merintis sembilan bulan di balik jeruji besi, Hitler selanjutnya bebas dan merasa membangun lagi Partai Nazi untuk mendapatkan kekuasaan melalui pemilu.

Kebangkitan Partai Nazi

Pada penentuan yang diselenggarakan pada Juli 1932, Partai Nazi berhasil merebut 230 dari 608 kursi di Parlemen Jerman.

Satu tahun kemudian, Hitler diangkat jadi Kanselir Jerman dan pemerintahan Nazi segera mengendalikan tiap-tiap faktor kehidupan di Jerman.

Masa pemerintahan Nazi yakni pada 1933-1945 adalah sebuah periode yang kemudian dikenal sebagai Nazi Jerman atau Reich Ketiga.

Sejak 1933, Nazi jadi partai tunggal di Jerman dan Hitler menerapkan beragam kebijakan yang sebabkan konflik.

Pasalnya, mereka yakin bahwa bangsa Jerman adalah ras unggul, tetapi kaum Yahudi, penderita cacat mental dan fisik, dan komunis adalah ras inferior yang perlu dimusnahkan.

Pada kebijakan luar negerinya, Hitler menarik negaranya dari Liga Bangsa-Bangsa dan juga membatalkan Perjanjian Versailles pada 1935.

Pada paruh kedua 1930-an, Nazi Jerman berhasil mencaplok Austria, Cekoslowakia, dan Polandia.

Selama enam tahun pertama pemerintahannya, kebijakan luar negeri Partai Nazi telah sebabkan terjadinya Perang Dunia II.

Di waktu yang sama, kampanye anti-Yahudi jadi makin ganas dan puncaknya waktu momen Holocaust, yakni genosida pada kurang lebih enam juta kaum Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.

Pembubaran Partai Nazi

Pada 20 Juli 1944, merasa nampak usaha terorganisir untuk menggulingkan Hitler dan Partai Nazi.

Harapan selanjutnya terwujud satu tahun kemudian, waktu Jerman kalah di dalam Perang Dunia II dan Hitler lakukan bunuh diri.

Setelah itu, Jerman diduduki oleh pasukan Sekutu, yang melarang Partai Nazi dan menyatakannya sebagai organisasi kriminal.

Pasukan Sekutu kemudian mengadili para pemimpin Nazi atas kejahatan kemanusiaan yang dijalankan pada 1933-1945.

Mereka termasuk berusaha untuk bersihkan efek Partai Nazi dari tiap-tiap faktor kehidupan Jerman.