Prabowo-Gibran Sebut Soal Dana Abadi, Ini Penjelasan Mengenai Dana Abadi Pendidikan

prabowo

Janji kampanye pasangan calon https://www.donboscopanjim.com/ presiden dan wakil presiden nomer urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka beberapa menyebut soal dana abadi. Sebelumnya, Gibran berjanji bakal memaksimalkan dana abadi pondok pesantren untuk mengembangkan kompetensi para santri jikalau menang di Pilpres 2024.

Apa itu Dana Abadi Pendidikan?

Hal tersebut ia ungkapkan saat berkampanye di Pondok Pesantren Asshidiqiyah Batuceper, Kota Tangerang, terhadap Senin, 4 Desember 2023. Terbaru, Prabowo menjanjikan skema dana abadi kebudayaan. Dana abadi ini, katanya, diberikan untuk beri tambahan semangat dan pemberian bagi seluruh pelaku budaya.

Menurutnya, budaya merupakan cii-ciri bangsa yang wajib dibanggakan, dihormati, dan dilestarikan. “Kami Prabowo-Gibran berencana ada dana abadi budaya untuk memberi semangat pemberian untuk seluruh aktor, pelaku budaya kita di seluruh bidang. Ini perlu bagi kita,” kata Prabowo di dalam debat capres Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Ahad, 4 Februari 2024.

Sebagai informasi, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto pernah angkat berkata soal dana abadi pesantren. “Jadi dana abadi pesantren terhadap dasarnya merupakan bagian tidak terpisahkan berasal dari dana abadi pendidikan yang saat ini Rp 106,1 triliun,” katanya terhadap pertengahan Oktober 2023 lalu.

Adapun belanja pengelolaan pesantren yang dicairkan terhadap 2023 menggapai Rp 250 miliar. Adapun pengelolaan programnya dikelola oleh Kementerian Agama dan dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

Kemudian, dilansir berasal dari laman itjen.kemdikbud.go.id, dana abadi kebudayaan atau Dana Indonesiana di sajikan oleh pemerintah untuk mendukung pertumbuhan dan prestasi para budayawan serta menyalurkan ekspresi mereka. Pengelolaannya melibatkan kerja sama bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Berdasarkan penelusuran Tempo, lewat information Kementerian Keuangan, pemerintah mengalokasikan konsep pencairan dana abadi kebudayaan sebesar Rp 2 triliun terhadap 2024. Namun, proyeksi sampai 31 Desember 2024, yakni tembus Rp 7 triliun.

Pada 2023, realisasi dana abadi kebudayaan menggapai Rp 5 triliun. Meski angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dana abadi di bidang lain, seperti pendidikan, dana abadi budaya terpantau naik memadai drastis, di mana terhadap th. sebelumnya cuma sebesar Rp 3 triliun.

Selain dana abadi pesantren dan dana abadi kebudayaan yang dikampanyekan oleh Prabowo-Gibran, di dalam tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhitung disebutkan mengenai dana abadi pendidikan atau endowment fund di bidang pendidikan.

Dilansir berasal dari laman formal anggaran.kemenkeu.go.id, disebutkan bahwa dana abadi di bidang Pendidikan adalah dana yang berwujud abadi untuk menanggung keberlangsungan program Pendidikan bagi generasi berikutnya yang tidak sanggup digunakan untuk belanja. Hal tersebut diatur di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2021 tentang Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang mengambil alih Perpres Nomor 12 Tahun 2019.

Dalam sejarahnya, dana abadi pendidikan ini mulanya diinvestasikan oleh pemerintah terhadap 2010 sebesar Rp1 triliun dan konsisten dipupuk sampai saat ini. Konsepnya adalah mengalokasikan beberapa anggaran pendidikan di dalam APBN sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional atau DPPN kepada Badan Layanan Umum (BLU). Dalam perihal ini adalah LPDP untuk dikelola.

Kemudian, hasil pengelolaan ini digunakan untuk membiayai pendidikan beasiswa dan riset. LPDP sendiri adalah BLU di bawah Kementerian Keuangan. Sementara itu, DPPN ini adalah cikal bakal dana abadi di bidang pendidikan sebelum saat lahirnya dana abadi lainnya, yakni dana abadi penelitian, dana abadi kebudayaan, dan dana abadi perguruan tinggi.