Menelaah Faktor Penyebab Runtuhnya Uni Soviet dan Dampaknya

runtuhnya uni soviet

Runtuhnya Uni Soviet berawal dari kondisi ekonomi yang semakin menurun pada tahun 1980 sehingga menimbulkan dampak negatif. Uni Soviet runtuh pada tahun 1991 setelah 69 tahun berdiri. Uni Soviet sendiri merupakan negara yang memiliki wilayah terbesar di dunia.

Masa kejayaan Uni Soviet tidak bertahan lama setelah berhasil jadi negara adikuasa saat Perang Dunia II. Kondisi Uni Soviet mulai menurun pada tahun 1980 hingga akhirnhya dibubarkan secara resmi.

Faktor Penyebab Runtuhnya Uni Soviet

Ada beberapa faktor penyebab yang memicu runtuhnya Uni Soviet, berikut di antaranya:

  • Munculnya gerakan separatisme di negara bawahan Uni Soviet.
  • Korupsi yang terjadi di kalangan judi bola partai komunis dan pemerintahan Presiden Michael Gorbachev serta Boris Yeltsin yang gagal melakukan perbaikan sistem pemerintahan komunis di Uni Soviet.
  • Sistem ekonomi yang sentralistik menyebabkan sulitnya pemerataan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi daerah.
  • Muncul ketidakpuasan kelompok elite dan kelas menengah pada sistem komunisme yang diterapkan.

Proses Runtuhnya Uni Soviet

Mengutip buku “Sejarah Eropa Kuno hingga Eropa Modern” oleh Wahjudi Djaja, disebutkan bahwa Presiden Uni Soviet saat itu bernama Mikhail Gorbachev menerapkan kebijakan Perestroika atau restrukturisasi politik dan ekonomi pada 1985.

Alasan diterapkannya Perestroika atau restrukturisasi politik dan ekonomi yaitu untuk memperbaiki krisis Uni Soviet. Kebijakan Perestorika yang diterapkan mengubah sistem komunisme menjadi lebih demokratis dengan prinsip Glasnost (keterbukaan politik), Democratizatsiya (demokratisasi) dan Rule of Law.

Tidak hanya itu, kebijkan Perestroika juga menimbulkan keinginan negara bagian untuk memerdekakan diri dari Uni Soviet. Tepatnya pada tahun 1990, kekuasaan komunis mulai runtuh di beberapa negara bagian Uni Soviet.

Baca Juga : 

Sejarah 28 Maret 1830: Pangeran Diponegoro Ditangkap hingga Diasingkan ke Manado

Sistem komunisme yang diterapkan pun seiring waktu hancur karena tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pada akhirnya, negara-negara tersebut mulai melepaskan diri pada tahun 1991. Akhirnya secara resmi, Uni Soviet dibubarkan pada tanggal 26 Desember 1991 yang ditandai dengan mundurnya presiden Mikhail Gorbachev.

Dampak Runtuhnya Uni Soviet

Runtuhnya Uni Soviet menimbulkan dampak di beragam bidang seperti sosial, ekonomi dan politik. Bahkan dampaknya terasa di seluruh dunia termasuk di beberapa negara Eropa Timur, berikut beberapa dampaknya melansir dari Zenius.net:

1. Lahirnya 15 Negara Baru yang Merdeka

Sebelum mengalami gonjang-ganjing, Uni Soviet terdiri dari 15 negara republik. Dalam proses runtuhnya Uni Soviet, negara pecahan seperti Estonia, Lituania dan Latvia.mulai memerdekakan diri. Total ada 15 negara merdeka yang muncul dari balik puing-puing Uni Soviet.

15 negara itu di antaranya Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Georgia, Estonia, Kazakhstan, Kirgistan, Latvia, Lituania, Moldovva, Tajikistan, Rusia, Ukrania, Turkmenistan dan Uzbekistan.

2. Berakhirnya Perang Dingin

Akibat runtuhnya Uni Soviet, Perang Dingin berakhir. Gorbachev sebagai Presiden Uni Soviet pun mundur pada tanggal 25 Desember 1991 sebagai tanda kemenangan Amerika Serikat (AS) dalam Perang Dingin.

AS menjadi negara yang tidak memiliki saingan lagi sebagai negara adidaya karena Uni Soviet sudah resmi bubar. Amerika Serikat pun turut menjadi negara nomor 1 di dunia.

3. Krisis Ekonomi

Setelah Uni Soviet runtuh, keadaan ekonomi Eropa Timur jadi tidak stabil. Bahkan Produk Nasional Bruto di negara Eropa Timur turun sekitar 20%. Kondisi ekonomi Eropa Timur baru bangkit kembali pada sekitar tahun 1993.

4. Hancurnya Sistem Komunisme

Runtuhnya ideologi komunisme di Eropa Timur terjadi secara perlahan. Contoh besar lunturnya komunisme di Eropa Timur yaitu runtuhnya tembok berlin. Setelah Uni Soviet bubar dan Perang Dingin berakhir, ideologi Barat di Eropa Timur semakin berkembang.

5. Menguatnya Rusia dan Berkembangnya Korupsi

Ketika Gorbachev mengundurkan diri sebagai presiden Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991, ia menyerahkan senjata nuklir dan kekuasaannya kepada Presiden Rusia yang bernama Boris Yeltsin. Sekaligus jadi pertanda bubarnya Uni Soviet.

Serah terima tersebut membuat Rusia menguat dan Yeltsin mengambil tindakan dengan menghilangkan komunis di Rusia, mengalihkan aset pemerintah menjadi milik swasta dan membebaskan ekspor impor secara global.

Namun sistem baru yang diterapkan membuat biaya hidup meningkat hingga menimbulkan inflasi. Akhirnya Rusia pun dilanda kemiskinan dan penuh dengan praktik korupsi.

Bisa disimpulkan runtuhnya Uni Soviet terjadi karena beragam faktor penyebab. Beberapa faktor itu di antaranya maraknya korupsi, sistem ekonomi yang sentralistik, munculnya gerakan separatisme hingga munculnya ketidakpuasan kelompok elite dan kelas menengah.